Profil Alumni MSP 45 : Aang Permana AP 

Menyiapkan insan terdidik yang unggul, profesional, dan berkarakter kewirausahaan di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika adalah salah satu misi Institut Pertanian Bogor (IPB) sesuai statuta tahun 2013. Lulusan IPB selain berkompeten sesuai bidang keahliannya, juga dilatih untuk menjadi seorang wirausahawan. Tidak mudah untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses dan terus mengembangkan hasil karyanya, karena untuk menjadi seorang wirausahawan membutuhkan kesabaran, keuletan, keterampilan, keberanian mengambil keputusan dan ilmu pengetahuan dalam bidangnya juga harus memiliki kemampuan melihat peluang usaha. Begitu banyak yang harus dilakukan untuk menjadi seorang wirasusahawan sejati, akan tetapi banyak mahasiswa IPB yang tertantang dan terjun menjadi seorang wirausahawan. Salah satunya adalah Aang Permana AP merupakan alumni dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) – IPB angkatan 45.

Pada masa kuliah Aang merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi dan berprestasi. Prestasi yang pernah diraih antara lain; Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah PT. PJB BPWC , Short Course at University of California Davis, Nevada-USA dan Speaker at International Lake Conference, Texas-USA. Selain itu Aang juga aktif dalam berorganisasi, dengan bergabung menjadi anggota di Dewan Perwakilan Mahasiswa FPIK dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa IPB. Dan di program studi MSP sendiri, Ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (HIMASPER) pada tahun 2010-2011. Kemudian setelah lulus kuliah, Ia masih aktif berorganisasi menjadi Sekjen di Maestro Muda Indonesia.

Pria kelahiran Subang, 15 Juni 1990 saat memiliki perusahaan berskala nasional yaitu PT. Empang Kuring Group dan merupakan Owner dari Masper Food Indonesia sejak tahun 2014. Ia telah berhasil menciptakan bisnis baru dengan nama Crispy Ikan Sipetek (www.crispyikan.com). Bahan utama pembuatan crispy ikan ialah ikan petek yang mudah ditemui disepanjang aliran sungai, terutama di daerah Sungai Citarum. Ikan mungil ini awalnya tidak dimanfaatkan oleh warga sekitar karena ukurannya yang kecil dan aroma yang manis. Tetapi Aang mampu melihat peluang usaha dan berhasil memanfaatkan ikan dengan mengolahnya hingga menjadi sebuah produk hasil olahan yang bermutu dan bernilai tinggi. Tidak hanya itu, dalam proses pengolahannya ia memberdayakan nelayan dan ibu-ibu setempat untuk menambah penghasilan yang sebagian besar berasal dari keluarga petani. Sehingga bisnis yang dijalaninya tidak hanya mendapatkan keuntungan semata, tetapi jauh dari pada itu dapat memberikan manfaat untuk pembangunan ekonomi pedesaan melalui sektor agribisnis.

Karena ketekunannya dalam mengelola usahanya, Aang meraih prestasi membanggakan dan menyabet berbagai penghargaan bergengsi antara lain: Finalis Wirausaha Muda Mandiri 2014, Juara Kompetensi Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) KPW Jawa Barat 2014, Juara IdeaFest PT. Idea for Indonesia 2015, Wirausaha pemula Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Tokoh Wirausaha Muda Majalah Trubus 2015, Runner Up Business Start-Up Awards 2015 Shell LiveWire Indonesia.