Dosen Mengabdi IPB University Gagas Kelurahan Situ Gede Menjadi Lokasi Wisata Pertanian Kota

Dosen Mengabdi IPB University Gagas Kelurahan Situ Gede Menjadi Lokasi Wisata Pertanian Kota

IPB University kembali menerjunkan sejumlah dosen untuk mengabdi ke berbagai daerah di Indonesia. Pengabdian ini ditujukan untuk pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan bangsa.
 
Kali ini, program Dosen Mengabdi IPB University bertempat di Kelurahan Situ Gede, salah satu kelurahan di lingkar Kampus IPB Dramaga. Para dosen berupaya mengembagkan suatu gagasan inovasi untuk membangun wilayah tersebut menjadi wisata agro pertanian kota.
 
Tim Dosen Mengabdi IPB University langsung membuat perencanaan peta wilayah yang akan dijadikan area wisata yang ditempatkan di Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Sahaja Kampung Cilubang Lebak RT.03 RW.01 Kelurahan Situ Gede Kota Bogor, Selasa (19/11)
 
Tim dosen terdiri dari dosen Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian IPB University yaitu Dr Bambang Sulistyantara, Dr Indung Sitti Fatimah, Pingkan Nuryati, ST, MEng, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dudi Muhammad Wildan, SPi, MSi, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Dr Endang Prangdimurti dan Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Dr Fifi Diana Thamrin.
 
Menurut tim Dosen Mengabdi IPB University, Situ Gede merupakan salah satu destinasi wisata edukasi yang menyuguhkan hal-hal terkait bercocok tanam talas yang dipadukan dengan edukasi perikanan, dengan kemasan yang kekinian.
 
Salah satu dosen, Dr Bambang Sulistyantara menyampaikan bahwa Kelurahaan Situ Gede memiliki kekayaan alam dan lingkungan dengan potensi lahan pertanian yang berlimpah, sehingga dapat meningkatan produktivitas kerja dan perekonomian masyarakat lebih baik. Untuk itu tim Dosen Mengabdi mencoba menggagas program wisata di Kelurahan Situ Gede serta menciptakan peluang usaha baru dan usaha tambahan.
 
“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu inventarisasi atau pencatatan data, menganalisis data, mengkaji potensi dan kendala wilayah, membuat program wisata, menentukan jalur wisata (jalur interpretasi) dan terakhir mempromosikan wisata Situ Gede. Tujuan utamanya memberikan edukasi wisata kepada masyarakat mengenai pertanian lahan terpadu yang bisa dilakukan siapapun sambil berwisata,” ujarnya.
 
Menurutnya, wisata Situ Gede juga harus mempunyai atraksi yang menarik dengan menampilkan seni atau budaya yang menarik. Dengan memperlihatkan sesuatu yang unik dan spektakuler, serta keindahan alam, bangunan, karya seni dan produk olahan atau hasil pertanian yang menarik, diharapkan dapat menarik wisatawan ke tempat tersebut.
 
Ia menambahkan, bagi daerah yang memiliki tanah subur, panorama indah, pengembangan kawasan wisata akan mempunyai manfaat ganda bagi masyarakat. Manfaat lain yang dapat diambil dari mengembangkan wiasata, yaitu dapat menjual jasa dari obyek dan daya tarik keindahan alam, sekaligus menuai hasil dari penjualan budidaya tanaman talas.
 
Diharapkan masyarakat akan memperoleh pendapatan dari sektor jasa dan dari penjualan komoditas pertanian.
 
Ia berharap dengan adanya pengembangan wisata pertanian di kelurahan Situ Gede dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Hal ini karena usaha ini dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat, sehingga manfaatnya yang dapat diperoleh dari pengembagan wisata adalah melestarikan sumberdaya alam, melestarikan teknologi lokal, dan meningkatkan pendapatan petani atau masyarakat sekitar lokasi wisata.
 
Menanggapi hal tersebut Ketua Posdaya Sahaja, Abidin menyampaikan dengan kehadiran Dosen Mengabdi IPB University di wilayahnya, dapat membawa gagasan dan harapan yang begitu menarik untuk menjadikan Situ Gede menjadi kampung wisata pertanian kota. Hal ini merupakan suatu peluang dan harapan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, karena memang dari awal potensi yang ada di wilayah Situ Gede terfokus pada tanaman umbi-umbian sehingga ke depan orang bisa datang untuk berwisata dan harapannya kelurahaan Situ Gede menjadi sentra talas di Kota Bogor.
 
“Dengan edukasi wisata talas yang akan dikembangan di Situ Gede menuju kampung wisata pertanian kota, petani nantinya akan panen orang yang berkunjung untuk berwisata, akan tetapi masyarakat harus aktif dan tidak tinggal diam untuk menyambut program ini. Masyarakat Situ Gede tidak boleh takut untuk maju dan berkembang karena nanti akan dibantu, dibimbing dan didampingi oleh dosen-dosen IPB University yang kompeten di bidangnya seperti sekarang ini,” tandasnya.
 
Ia juga menjelaskan, konsep ini juga dapat menarik anak muda yang ada di Kelurahan Situ Gede untuk ikut membangun wisata kebun talas. Harapannya semua pihak bisa mendukung pengembangan wisata di Kelurahan Situ Gede ini, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat menjadi lebih baik. (Awl/RA)
 
Keyword: IPB mengabdi, Dosen IPB, wisata pertanian, kampung talas, Situ Gede
 
Sumber: https://kumparan.com/news-release-ipb/dosen-mengabdi-ipb-gagas-kelurahan-situ-gede-menjadi-lokasi-wisata-1sHzeBQd9Dw