JAKARTA, Channel-Indonesia.com -Direktur Hukum BAKAMLA, Laksamana TNI Yuli Darwanto mengatakan kegiatan illegal, unregulated, unreported Fishing berdampak terhadap keamanan laut di Indonesia.

“Merugikan secara ekonomi dan menimbulkan dampak politik terhadap hubungan antar negara yang berdampingan, melanggar kedaulatan negara dan ancaman terhadap kelestarian sumber daya hayati laut,” bebernya.

Hal ini diungkapkannya dalam acara Seminar Nasional Kaukus Muda Indonesia dengan Tema:” Illegal Fishing dan Kedaulatan Laut Indonesia Menuju Poros Maritim”, di Hotel Century Park Jakarta, Rabu (22/03/17).

Menurutnya BAKAMLA telah merumuskan bagaimana laut bisa aman, yaitu tata kelola di laut dapat dikendalikan dan aman digunakan oleh pengguna agar bebas dari ancaman kekerasan, pelayaran atau navigasi serta ancaman pelanggaran hukum dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Sementara itu Sekretaris Dinas Hukum TNI AL, Kolonel Laut (KH) Kresno Buntoro mengungkapkan ada 4 permasalahan yang menonjol terkait dengan illegal fishing, yaitu keterbatasan pelaksanaan operasi, penyelesaian perkara tindak pidana laut, dalam proses penyelesaian di laut dan di pangkalan belum ada KUHAP dan juga masalah di alat bukti, pembakaran dan penenggelaman kapal dan juga faktor keamanan dalam melakukan patroli.

“Karena di laut GPS bisa berbeda dan di laut harus bawa senjata karena kapal asing 95 persen pakai senjata,” tandasnya.

Sedangkan Direktur Sumber Daya Hayati Kemenko Kemaritiman, Dr. Andre Wahyono menyatakan Undang-undang belum mengikuti perubahan dunia, sehingga masih ada celah regulasi yang perlu dibenahi, kalau regulasi sendiri belum ada, maka kita mengambil celah regulasi lain , seperti kesepakatan regional dan Internasional.

“Banyak ide-ide Ibu Susi yang bagus tetapi kadang dibawahnya tidak bisa mengikuti,” ungkapnya.

Narasumber lain, Zulhamsyah Imran, Pengamat Kelautan IPB menegaskan ada imperialis gaya baru yang menguasai ekonomi suatu bangsa, tidak hanya di darat tetapi juga di laut, seperti illegal fishing, illegal logging dan illegal mining.

“Illegal fishing mengakibatkan meningkatnya tensi antara dan dalam negara, ancaman kegiatan ekonomi dan mata pencaharian, kebanyakan tidak tersentuh hukum dan meningkatnya resiko pembajakan laut,” urainya. (Mist)

Sumber : http://channel-indonesia.com/2017/03/22/illegal-fishing-dan-kedaulatan-laut-indonesia-menuju-poros-maritim/