Sebanyak lima mahasiswa dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB menjadi tim perwakilan Indonesia dalam kegiatan STEP Environment Camp 2021. Mereka adalah Jeny Amanda Huwae, Anggun Fatinah Zahro Bunedi, Fariz Fadila Alam, Muhammad Afif, dan Putri Nur Auzaliana. STEP Environment Camp 2021 merupakan program virtual 5 hari yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS) dan Temasek Foundation untuk para pemuda dari Singapura dan Asia. Kegiatan pada STEP Environment berfokus pada Climate Change dan Sustainability dengan tema tahun ini adalah Biodiversity Conservation. Kegiatan ini sangat baik untuk diikuti oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa MSP yang memang bergerak di bidang lingkungan, karena dapat memperkaya wawasan terkait lingkungan baik di darat maupun perairan di Asia, serta membuka peluang jejaring dengan sesama pemuda di Asia.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan STEP Environment Camp 2021 kali ini diikuti oleh pemuda dari 10 negara meliputi Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan China. Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 – 19 November 2021. Kegiatan terbagi menjadi dua sesi setiap harinya, yaitu sesi pertama dari pukul 09.00 – 11.00 WIB dan sesi kedua dari pukul 13.00 – 16.00. Secara umum, kegiatan camp selama lima hari ini berisi sesi perkuliahan melalui penyampaian materi dari empat narasumber dari beberapa negara terkait Biodiversity Conservation, dilanjutkan dengan tiga materi workshop mengenai pengambilan contoh, pengolahan dan penyajian data penelitian, virtual field trip, pelaksanaan project, dan youth simposium.

Perwakilan mahasiswa dari IPB University menjadi satu grup dengan peserta dari Catholic Junior College, Singapura. Setiap grup membuat project dan judul project yang dibawakan oleh grup Indonesia-Singapura adalah How has the habitat of otter species evolved over the years in both Singapore and Indonesia?. Project tersebut dipresentasikan pada  akhir camp ini.

Pada hari pertama rangkaian STEP Environment Camp 2021, terdapat beberapa sambutan dari pihak penyelenggara disampaikan pada sesi pertama hari pertama, termasuk sambutan dari Mr. Alvin Tan yang merupakan Menteri di Ministry of Culture, Community and Youth, and Ministry of Trade and Industry of Singapore. Sambutan tersebut disampaikan sekaligus membuka rangkaian kegiatan STEP Environment Camp 2021. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Keynote Speaker dari Indonesia mengenai Coral Reef Restoration Practices in Indonesia, yang disampaikan oleh Dr. Tries Blandine Razak. Pada sesi kedua, peserta menjalani Singapore Virtual Tour dilanjutkan dengan beberapa permainan. Setelah itu, peserta diarahkan untuk menjalani virtual field trip di Windsor Nature Park yang merupakan ekosistem hutan hujan tropis dan dilanjutkan sesi diskusi dengan kelompok kecil mengenai persiapan project untuk kegiatan youth symposium di hari kelima rangkaian kegiatan SEC 2021.

Pada hari kedua, 16 November 2021, terdapat penyampaian materi oleh Professor Gopalasamy Reuben Clements dari Malaysia tentang Kenyir For Life: Saving the Malayan Tiger and more, for Life dan dilanjutkan dengan Workshop Introduction to Field Sampling oleh Dr Bee Yan Lee dari St. John’s Island National Marine Laboratory, Singapore. Siang harinya dilanjutkan dengan virtual field trip ke habitat mangrove di Sungei Buloh Wetland Reserve, Singapura dan pengerjaan project kolaborasi pemuda perwakilan Indonesia dan Singapura. Hari selanjutnya, Prof Daniel Friess dari Singapura menyampaikan materi tentang The State of ASEAN’s Mangrove Forests. Setelah itu, terdapat workshop tentang Using Statistical Tools to Tell a Story oleh Dr Yan Xiang Ow dari Singapore dan virtual field trip ke habitat pesisir di St. John’s Island, Singapura, serta ditutup dengan melanjutkan pengerjaan project kolaborasi.

Hari keempat, Dr Jose Christopher E. Mendoza dari Lee Kong Chian National History Museum, National University of Singapore menyampaikan materi tentang Deep Thoughts: Marine Biodiversity Expeditions in Southeast Asia dan dilanjutkan dengan workshop berjudul Communicating Science oleh Dr Nicholas Yap. Siang harinya dilakukan kunjungan virtual ke Lee Kong Chian Natural History Museum dan persiapan untuk presentasi di simposium esok harinya.  Pada hari terakhir, 19 November 2021, dilakukan youth symposium berisikan penyajian hasil project yang telah dilakukan sepanjang lima hari terakhir. Selanjutnya, terdapat Environmental Stewards Panel Discussion oleh para pemuda dari perwakilan beberapa negara di Asia.

Muhammad Afif, sebagai salah satu peserta SEC 2021 menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Sebagai delegasi satu-satunya dari Indonesia, tentu terdapat rasa bangga bisa mewakili Indonesia untuk mengikuti rangkaian kegiatan SEC 2021 ini. Berbagai pengetahuan dan hal baru kami dapatkan selama mengikuti rangkaian kegiatan ini. Terlebih pengetahuan mengenai konservasi biodiversitas di lingkup Asia Tenggara, kami dapatkan dari beberapa narasumber yang memberikan perkuliahan. Kami juga merasa sangat senang dapat bertukar pikiran dan sudut pandang mengenai dengan peserta dari negara lain. Ilmu yang peserta dapatkan diharapkan dapat menjadi penggerak bagi peserta untuk dapat lebih peduli dan menerapkan kegiatan konservasi lingkungan dalam rangka menjaga biodiversitas lingkungan sedari dini. Kami berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan mengenai biodiversitas dan konservasi khususnya di Indonesia” ujar Afif.

Kegiatan ini cukup padat, menguras energi, namun tetap menyenangkan. Manfaat yang diperoleh sangat banyak. Selain menambah skill untuk berbahasa asing dan bisa berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara, yang utama adalah terciptanya jalinan komunikasi dan network antara perwakilan para pemuda di Asia yang diharapkan dapat bekerja secara bersama-sama dalam menjaga biodiversitas dan lingkungan. Semoga tahun depan IPB University masih berkesempatan untuk mengirimkan wakilnya ke SEC Environment Camp agar pesan keberlanjutan lingkungan dan kerjasama pemuda antarnegara terus dapat terjalin, ujar Anggun, salah satu peserta SEC.