Penelitian ini merupakan bagian dari proyek utama proyek kerjasama ASEAN-Norwegia pada pengembangan kapasitas lokal untuk mengurangi polusi plastik di kawasan ASEAN adalah proyek yang dipimpin oleh Institut Penelitian Air Norwegia (NIVA) dan dibiayai oleh Program Bantuan Pembangunan Norwegia Melawan Sampah Laut dan Mikroplastik. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University (PPLH-LPPM IPB) bersama Dr. Sigid Hariyadi dari Manajemen Sumber Daya Perairan ambil bagian dalam penelitian ini.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Desember 2021 di Sungai Citarum (hulu, tengah, hilir).Penelitian ini merupakan bagian dari proyek utama proyek kerjasama ASEAN-Norwegia pada pengembangan kapasitas lokal untuk mengurangi polusi plastik di kawasan ASEAN adalah proyek yang dipimpin oleh Institut Penelitian Air Norwegia (NIVA) dan dibiayai oleh Program Bantuan Pembangunan Norwegia Melawan Sampah Laut dan Mikroplastik. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University (PPLH-LPPM IPB) bersama Dr. Sigid Hariyadi dari Manajemen Sumber Daya Perairan ambil bagian dalam penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Desember 2021 di Sungai Citarum (hulu, tengah, hilir).

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah sampah plastik yang terangkut di hulu, tengah, dan hilir Sungai Citarum dalam variasi musim (musim hujan dan kemarau) pada waktu yang berbeda dalam sehari yaitu pagi, siang, dan sore hari.
Jenis plastik yang banyak ditemukan dalam jumlah barang adalah kantong plastik, kantong plastik bening, dan kemasan plastik. Volume sampah plastik tertinggi ditemukan di bagian hulu Sungai Citarum dibandingkan bagian tengah dan hilir. Waduk yang ada saat ini berfungsi sebagai perangkap sampah plastik dan semua sampah sungai di Sungai Citarum.