Sebagai mandate dari pencapaian target global pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals; SDGs), maka perhatian terhadap pembangunan kelautan berkelanjutan (sustainable oceans) menjadi sangat penting. Salah satunya adalah melalui media sharing and exchange di komunitas internasional terkait isu-isu pembangunan berkelanjutan di bidang kelautan. Dalam konteks ini, Fujian Institute for Sustainable Oceans (FISO), Xiamen University menyelenggarakan training internasional dengan tema Sustainable Oceans pada tanggal 28 Juni hingga 1 Juli 2022.

Dalam forum ini, Dr. Luky Adrianto diundang sebagai salah satu panelis untuk mempresentasikan studi kasus Indonesia yaitu Social-Ecological System Approach to Fisheries : Some Insights from Indonesia. Sesi di mana diminta memberikan materi adalah Sesi C yaitu Studi Kasus di Asia yang mengangkat contoh kasus di Malaysia, Indonesia, China, Thailand dan Filipina. Selain Dr. Adrianto yang menyampaikan kasus Indonesia, kasus Malaysia disampaikan oleh Prof Wan Izatu Asma Wan Talaat dari Universitas Malaysia Terengganu (UMT), kemudian kasus Thailand disampaikan oleh Prof. Vilas Nitivittananon (Asian Institute of Technology, AIT), kasus China disampaikan secara rekaman video untuk kasus pembelajaran 30 tahun pengelolaan pesisir Xiamen, dan Ms. Desiree Eve R. Maano dari Departement of Natural Resources and Environment (DENRE) menyampaikan studi kasus Filipina.

Dalam paparannya, Dr. Adrianto menyajikan pendekatan dan analisis sistem sosial-ekologi dalam konteks perikanan berkelanjutan lengkap dengan beberapa studi kasus. Pendekatan ini menekankan pentingnya keterkaitan antara sistem ekologi dan sistem sosial sebagai sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan memahami keterkaitan tersebut, maka pendekatan terintegrasi sebagai syarat utama perikanan berkelanjutan dapat diidentifikasi dan dipetakan. Kontribusi Dr. Adrianto dalam kegiatan ini merupakan bagian penting dari jejak kehadiran IPB University dalam kancah internasional khususnya yang membahas tentang isu ekonomi kelautan yang juga menjadi bagian dari pencapaian target SDG14.