Lombok, 16-17 September 2022.

Saat ini, Lembaga Pendidikan harus terus membangun sinergi dengan semua unsur pembanguna. Komitmen dan sinergi antar unsur satu dengan unsur lainnya menjadi kunci utama, yang meliputi unsur Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media, atau yang dikenal dengan pentahelix. Oleh karena itu, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) – IPB University menyelenggarakan workshop desiminasi hasil riset dari program magister University of Queensland (UQ) yang bekerja sama dengan IPB University di Lombok. Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 September 2022 bertujuan  untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian alumni program magister UQ kepada pihak-pihak terkait dan pemangku kepentingan yang terkait dengan lokasi penelitian, yaitu Kawasan Konservasi Perairan (KKP) – Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra, sehingga bisa menjadi masukan dan dasar pengelolaan kawasan konservasi.

Kegiatan workshop desiminasi yang diselenggarakan di Hotel Holiday Resort, Senggigi-Lombok ini mengambil tema “Capacity Development to Enhance Marine Protected Area Management Body Through a Master Degree Program Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP – CTI) Asian Development Bank“. Tema tersebut sejalan dengan tujuan program payung COREMAP-CTI ADB yang dikelola oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF).

Laporan pengelolaan Master Degree Program COREMAP-CTI oleh Dr. Majariana Krisanti

Sambutan Dekan FPIK IPB University, Prof. Dr. Ir. Fredinan Yulianda

Acara diawali dengan laporan pengelola Master Degree Program COREMAP-CTI, Dr. Majariana Krisanti, yang juga merupakan Ketua Departemen MSP FPIK IPB.  Dr. Maya (sapaan akrabnya) melaporkan bahwa Program S2 UQ-IPB diikuti oleh empat peserta yang sekarang sudah menjadi alumni, yaitu Urai Ridho Abdussyahiid Ma’aarij Fitrah Banarsyadhimi, Amrullah Rosadi,  Zakiyah Khairunnisa, dan Ratu Fathia Rahmadyani. Saat ini, keempat alumni tersebut sudah berhak menyandang gelar Master of Environmental Management (M.Env.M) dan sudah kembali ke tempat kerja masing-masing. Dalam proses penyelesaian tugas akhir, keempatnya tidak hanya dibimbing oleh Prof. Paul Dargusch dari UQ, tetapi juga dibimbing oleh dosen MSP FPIK IPB, di antaranya Prof. Ario Damar, Prof. Luky Adrianto, Dr. Taryono, dan Dr. Fery Kurniawan, tambahnya.


Sambutan dan pembukaan workshop oleh Dr. Ir. Sri Yanti, JS, MPM.,
Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas

Kegiatan ini disambut baik oleh Dekan FPIK IPB University yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya , Prof. Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc. menyampaikan peran dunia pendidikan dalam meningkatkan sumberdaya manusia yang handal dan pengembangan riset dan ilmu pengetahuan yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan, termasuk pengelolaan Kawasan konservasi perairan. Beliau berharap kolaborasi dan kegiatan serupa bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Turut hadir dan memberi sambutan sekaligus membuka acara kegiatan workshop, Dr. Ir. Sri Yanti, JS, MPM., Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas. Beliau menekankan bagaimana pentingnya pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil dan konservasi berbasis sains karena menggunakan metode yang ilmiah, dan menggunakan data dan analisis yang teruji dan objetif. Hasil-hasil sains bisa menjadi bukti dari fakta yang ada sehingga mendukung pengambilan keputusan dan menyusun perencanaan di waktu yang akan data.

   

   
Penyampaian hasil studi dan rekomendasi dari para alumi

Acara kemudian dilanajutkan dengan penyampaian hasil studi dan rekomendasi dari para alumi yang dimoderatori oleh co-supervisor dari masing-masing alumni. Setelah pemaparan, diskusi dilakukan dengan para peserta yang hadir sebagai pemangku kepentingan terkait, di antaranya Kementerian PPN/Bappenas, BKKPN Kupang-Wilayah Kerja Gili Matra, Pusriskan KKP Mariculture Project – JICA, Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Universitas 45 Mataram, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia NTB, PT. Duta Cipta Mandiri, serta Kepala Dusun dari Gili Meno, Gili Air, dan Gili Matra. Di akhir diskusi, Dr. Ir. Zairion, M.Sc. merangkum semua hasil diskusi yang ada, yang nantinya akan dituangkan dalam policy brief, sehingga akan lebih berdampak luas.

Pada kesempatan yang ada, semua tim melakukan kunjungan lapang di hari kedua (17 September 2022). Kunjungan lapang dilakukan ke Gili Matra (Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan) yang merupakan lokasi studi keempat alumni dan salah satu lokasi program COREMAP-CTI di Lombok. Kunjungan lapang ini disertai dengan aksi bersih pulau di Gili Meno untuk menyemarakkan World Cleanup Day 2022 (hari bersih-bersih sedunia) dengan pemungutan sampah yang diikuti oleh para alumni, dosen, dan stakeholder lainnya yang terlibat. Sebagai upaya dalam pelestarian kawasan, rangkaian kunjungan ini juga disertai dengan kegiatan penanaman mangrove di sekitar danau air asin yang terletak di Gili Meno. Program ini terselenggara berkat kerjasama antara Departemen MSP FPIK IPB University dengan Queensland University, dan disponsori oleh Kementerian PPN/ Bappenas, COREMP-CTI, dan ICCTF.