Red Devil Ancam Situ Salabenda; MSP Berikan Rekomendasi Penyelamatan

Pemaparan hasil kajian di perairan Situ Salabenda dan diskusi bersama perwakilan Desa Kemang

Red Devil ancam Situ Salabenda, demikian salah satu rekomendasi dari hasil temuan mahasiswa Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan yang terungkap dalam pemaparan hasil 28 November lalu 2019 di Fakultas Perikanan IPB.  Kegiatan lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa bersama dosen dilingkungan departemen MSP tersebut dilakukan pada  tanggal 26 Oktober 2019.  Selama dilapangan mahasiswa didampingi oleh Dr. Niken TM Pratiwi, Dr. Sigid Haryadi, Dr. Taryono bersama masyarakat setempat.

Selain data-data perikanan, selama dilapangan juga dikumpulkan data kualitas air dan   kondisi lingkungan serta sosial masyarakat di kawasan Situ Salabenda.  Disadari bahwa situ Salabenda merupakan salah satu ekosistem yang sangat penting peranya bagi masyarakat, sehingga harus dipastikan keberlanjutanya untuk masa yang akan datang.  Sehingga dalam kegiatan kali ini mahasiswa juga melibatkan masyarakat sekitar situ untuk terlibat dan memahami pentingnya keberadaan situ ini.

Dr. Sigid Hariyadi menyampaikan materi Praktikum pertemuan terakhir semester ganjil 2019-2020 m.k. Pengelolaan Sumberdaya Perairan

Selain menemukan adanya ikan ikan invasive (red devil) mahasiswa juga merumuskan rekomendasi tentang status kualitas lingkungan situ.  Hasil analisis kualitas perairan disimpulkan bahwa situ Salabenda tergolong baik dengan kondisi belum tercemar.  Walaupun kondisinya masih belum tercemar, namun status kesuburannya sudah tergolong eutrofik (subur).

Untuk meningkatkan kemanfaatan temuan ini, dalam kesempatan pemaparan tersebut, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan turut mengundang perwakilan kelompok pengelola Karamba Jaring Apung Desa Parakan Jaya yang ada disekitar Situ Salabenda.  Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus sebagai media edukasi kepada masyarakat untuk mengenal prinsip kehati-hatian dalam memanfaatkan Situ sebagai area budidaya.

Penyerahan plakat dari Dept. MSP kepada narasumber.

Setelah mengetahui adanya kelompok ikan invasive (red devil) dan status perairan Situ Salabenda, beberapa point yang menjadi rekomendasikan berikutnya adalah: Pertama pengembangan kegiatan perikanan sebaiknya dilakukan secara alami menggunakan ikan nila dengan daya dukung ±3.5 ton/tahun.  Kedua perlu dilakukan langkah antisipasi untuk menurunkan kelimpahan ikan predator yang banyak ditemukan di perairan tersebut. Ketiga melakukan identifikasi secara baik tentang sumber-sumber potensi peningkatan kesuburan perairan, agar tidak menjadi hipereutrop.  Kemudian keempat perlu adanya kerjasama berbagai pihak dalam pengelolaan Situ Salabenda agar keseimbangan kondisi perairan tetap terjaga, serta tercapainya pemanfaatan yang berkelanjutan.

Kata kunci: red devil, pengelolaan sumberdaya perairan, Situ Salabenda