Pemaparan hasi studi di Perairan Situ Burung oleh Dr. Sigid Hariyadi

Pengkajian kondisi/kualitas perairan Situ Burung telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir, baik saat praktikum lapang mahasiswa maupun kegiatan penelitian. Namun demikian, hasil dari kajian ini belum pernah disosialisasikan kepada masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui kondisi terkini perairan Situ Burung agar memiliki persepsi yang sama sehingga selanjutnya dapat bersama-sama menjaga perairan Situ Burung. Keterlibatan dari berbagai pihak juga sangat penting untuk keberlanjutan sumberdaya perairan Situ Burung. Oleh karena itu, suatu pertemuan dengan tema “Apa yang bisa kita lakukan untuk Situ Burung?” dibuat sebagai salah satu upaya dan langkah awal dengan tujuan untuk memberikan gambaran terkait perairan Situ Burung dan mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan persepsi masyarakat terhadap perairan Situ Burung.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 September 2019 di Balai Desa Cikarawang, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor, dan dihadiri oleh beberapa stakeholder, yaitu Pemerintah Desa, Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA), Kelompok Pemuda Situ Burung, dan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi dari dua sesi, yaitu penjelasan kondisi perairan Situ Burung saat ini dan Focus Group Discussion (FGD). Pemaparan kondisi kualitas perairan Situ Burung oleh Dr. Ir. Sigid Hariyadi, M.Sc melalui tayangan power point, kemudian dilanjutkan diskusi dengan masyarakat. Berdasarkan hasil dari pemaparan, diketahui bahwa secara umum perairan Situ Burung masih baik untuk dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan dan wisata, namun sedikit tercemar oleh bahan organik. Hal ini menunjukkan dugaan bahwa adanya kegiatan antropogenik di sekitar situ berpotensi memberikan sumbangan bahan organik ke perairan. Oleh karena itu, perlu ada pengelolaan terkait hal tersebut.

Diskusi terkait hasil studi

Kegiatan selanjutnya adalah FGD. Masyarakat yang hadir dibagi menjadi dua grup, yaitu masyarakat/pengguna dan pemerintah desa/pengelola. Masing-masing grup mendiskusikan tiga hal utama terkait perairan Situ Burung, yaitu potensi, permasalahan, dan saran untuk pengelolaan. Terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian penting dari hasil FGD, yaitu stakeholder baik dari masyarakat maupun pemerintah desa/pengelola sama-sama menyadari bahwa perairan Situ Burung memiliki potensi terutama dalam hal daya tarik ekowisata perairan, permasalahan utama perairan Situ Burung adalah sampah/limbah, dan saran yang ditawarkan adalah terkait dengan penguatan regulasi dan pemanfaatan Situ Burung untuk ekowisata.

Mengacu pada hasil pertemuan, diketahui bahwa sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan Situ Burung untuk berbagai kegiatan, kondisi perairan Situ Burung telah sedikit mengalami penurunan kualitas air. Didukung oleh kesadaran masyarakat dan pengelola bahwa perairan Situ Burung telah terdampak, hal ini dapat menjadi momentum untuk bersama-sama menyusun suatu konsep pengelolaan Situ Burung yang lebih baik sehingga pemanfaatannya dapat berkelanjutan.

Proses kegiatan FGD