Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University

Pada bulan April 2020 lalu IPB University meraih peringkat ke-77 sebagai kampus terbaik dunia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 tujuan di dalamnya. Untuk SDG-14 (life below water), IPB mampu meraih peringkat 34. Hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi IPB, terutama Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) karena yang terkait langsung dengan tujuan tersebut dan menjadi SDG andalan IPB. Untuk itu, upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi tersebut harus terus dilakukan karena pemeringkatan oleh Times Higher Education (THE) University Impact Rankings 2020 ini dianggap mampu memberikan dampak tersendiri, terutama dalam hal penelitian.

Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc

Secara khusus Dekan FPIK IPB, Dr Luky Adrianto, menyampaikan beberapa strategi yang menjadi langkah-langkah berikutnya untuk FPIK IPB dalam mendukung strategi-strategi umum IPB. Pertama, memperkuat SDG-14 Task Force di tingkat fakultas, di mana FPIK sendiri sudah memiliki Center of Excellent (CoE) SDG-14 yang diresmikan oleh IPB dan Bappenas di tahun 2016. Kedua, pembaruan secara rutin untuk kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan SDG-14 di portal departemen serta menyelenggarakan diskusi internal SDG-14 di departemen masing-masing. Ketiga, menyusun laporan SDG-14 di tingkat departemen. Laporan tersebut nantinya akan dicantumkan dalam portal departemen sesuai panduan yang ada. Ketiga strategi tersebut penting dilakukan agar dapat mendongkrak penilaian yang sudah diraih, terutama terkait SDGs research dan Water-sensitive waste disposal, karena masih memiliki nilai terendah dalam penilaian yang lalu.

Prof Indra Jaya, sebagai pematik diskusi, berharap bahwa di tahun 2030 pemahaman terhadap laut dapat memadai dan tercapai. Untuk itu, kekosongan pengetahuan harus diisi dan prioritas penelitian harus dipetakan. Dalam kesempatan tersebut, Prof Indra Jaya juga mengarahkan bahwa semua aktivitas SDG-14 dan Decade harus terintegrasi dari hulu ke hilir, aktivitas dilakukan dalam bentuk konsorsium multi pihak dan multi pemangku kepentingan, dan tujuan utama dicapai melalui serangkaian program-program jangka pendek dan terukur. Sehingga, strategi pencapaia yang perlu dilakukan adalah mengembangkan kerjasama/kolaborasi/konsorsium nasional maupun internasional, menyusun peta jalan yang jelas dan mempublikasikan hasil-hasil yang telah dicapai, tidak hanya dalam bentuk laporan resmi namun juga media-media informal.sosial. FPIK IPB dapat berperan dalam memimpin rencana aksi dan implementasi SDG-14 dan Decade di Indonesia, memantau dan melaporkan hasil-hasil implementasi program SDG-14, serta merepositorikannya ke dalam portal SDG IPB.

Dr. Ir. Ario Damar, M.Si

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Dr Ario Damar tersebut, banyak yang memandang penting kepemimpinan yang baik dan mendukung, publikasi-publikasi hasil penelitian, terutama di bawah penerbit Elsevier, dan jika dibutuhkan membangun indikator-indikator sendiri, di mana Indonesia menjadi pusat keanekaragaman dunia, dan tidak semua indikator internasional dapat diadopsi. Selain itu, peran-peran media sosial dalam dari semua platform yang ada perlu dikuatkan kerena juga dapat menjadi dasar pembuktian di dalam THE University Impact Rankings.