Sumber: idntimes.com

Banyak kejadian bencana dan kerugian akibat kelalaian dalam pengelolaan lingkungan termasuk minta menyita perhatian banyak pihak.  Untuk maka pada 14 Mei 2020 yang lalu, Environmental Research Center (PPLH IPB) bekerja sama dengan Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), FPIK IPB membahas Formulasi Ganti Rugi Usaha Perikanan Akibat Insiden Tumpahan Minyak (Oil Spill). Hadir dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Gatot Yulianto, M.Si  yang juga dosen MSP FPIK IPB sebagai pembicara utama.  Dr. Ir. Sugeng Hari Wisudo, M.Si (dosen PSP FPIK  IPB) serta Ir. Ifki Sukarya (Vice President Relations PT Pertamina Hulu Energi) sebagai pembahas dan turut memberikan kelengkapan bahasan kegiatan tersebut 

Kegiatan yang dibuka kepala PPLH IPB, Prof Dr Hefni Effendi, menyampaikan pesan pentingnya telaah regulasi dalam upaya menurunkan dampak terhadap lingkungan termasuk tumpahan minyak.   Webinar yang diikuti oleh 294 peserta dari Aceh hingga Papua berasal dari latar belakang akademisi, pemerintah pusat dan daerah, Lembaga Riset, Swasta, BUMN, mahasiswa, konsultan  dan lain-lain.  Dr Ali Mashar, S.Pi, M.Si sebagai moderator yang merupakan sekretaris Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) FPIK IPB mengarahkan fokus diskusi kearah formulasi kompensasi terhadap masyarakat terdampak dibidang perikanan dan kelautan.

Dr. Ir. Gatot Yulianto, M.Sc

Lebih lanjut Dr. Ir. Gatot Yulianto, M.Si memaparkan menyatakan bahwa besaran nilai kompensasi yang diberikan kepada masyarakat terdampak sebagai individu dihitung berdasarkan hilangnya atau menurunnya pendapatan bersih pengurangan pendapatan bersih sebelum dan sesudah terjadinya pencemaran.  Selanjutnya, penghitungan kompensasi variabel kuantitas output hasil tangkapan hasil panen harga output, komponen biaya operasional siklus produksi fishing operation, by catch, sistem bagi hasil. Dalam implementasi kompensasi seperti mekanisme pembayaran perlu memperhatikan legalitas akuntable kondisi sosial masyarakat.

Dr. Ir. Sugeng Hari Wisudo, M.Si menambahkan bahwa pertimbangan penting dalam kompensasi usaha masyarakat ada dasar ilmiahnya, penentuan lama waktu terdampak dan jenis usaha perikanan terdampak. 

VP Relations PT PHE  Ir. Ifki Sukarya menyampaikan pengalaman bahwa bagian penting dalam perhitungan kompensasi, diantaranya adalah penentuan formulasi untuk perhitungan kompensasi harus berdasarkan hukum yang berlaku.  Tentu saja diperkuat dengan kajian akademik, proses verifikasi data warga terdampak (akuntabilitas dalam penentuan warga terdampak dan niali kompensasi yang akan diberikan), serta kecepatan dan kesesuaian perhitungan nilai kompensasi. Kesesuaian perhitungan ini sanga dipengaruhi oleh faktor keberhasilan dalama pengidentifikasian dan pendataan warga terdampak.

Tingginya risiko bencana akibat pencemaran ini merupakan point penting bagi MSP untuk mendorong kepedulian melalui webinar ini. Sehingga literasi terhadap dampak polusi tumpahan menjadi tanggungjawab bersama.  Peningkatan kepedulian ini menjadi salah point penting dalam upaya pencapaian SDG14 dalam mereduksi pencemaran.

Link video klik di sini