MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Jokowi diminta tidak ragu-ragu mendorong sektor perikanan dan kelautan untuk menggerakkan ekonomi Indonesia yang terpuruk akibat pandemi Covid19 sekarang. Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Studi Bencana Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonvitner saat berbincang dengan Mata Indonesia dan dikutip Jumat 12 Juni 2020.

Menurut Yonvitner, sektor perikanan dan kelautan sekarang hanya membutuhkan pemulihan jaringan logistik dan menggiatkan konsumsi ikan saja sehingga bisa menggerakkan ekonomi.

“Saya malah mengharapkan Pak Jokowi optimis bahwa Indonesia ini jadi lumbung pangan dunia. Lumbung pangan artinya Indonesia siap memberi makan orang sedunia,” ujar pengajar manajemen sumber daya perairan itu.

Menurut dia, sektor perikanan dan kelautan tidak memerlukan waktu lama untuk menggerakkan ekonomi Indonesia. Alasan sektor itu yang terganggu hanya di hilir yaitu transportasi dan logistik serta kemampuan serap konsumen.

Sementara sektor hulunya yaitu produksi, baik hasil tangkapan laut maupun budidaya tetap berjalan. Mungkin hanya dalam hitungan minggu atau dua bulanan saja.

Kemampuan sektor ini cepat pulih karena sangat dekat dengan masyarakat yaitu sebagai bahan pangan.

Justru jika sektor ini tidak segera digerakkan bisa terjadi tsunami perikanan akibat over supply atau kelebihan pasokan ikan.

Presiden Jokowi seharus bisa mengoordinasikan menteri-menterinya untuk menggerakkan konsumsi ikan. Misalnya mewajibkan Menteri Kesehatan memasukkan ikan atau produk olahannya dalam goodi bag setiap acara.

Yonvitner mengungkapkan sumbangan sektor perikanan terhadap PDB tahun lalu sekitar 5,1 persen. Jika pemerintah menggerakkan rantai pasok dan konsumsi mungkin justru bisa lebih dari itu pertumbuhannya.

Begitu juga kontribusinya terhadap APBN bisa ditingkatkan lebih dari 3 persen.

Sumber: https://www.minews.id/news/sektor-perikanan-cepat-pulihkan-ekonomi-pasca-pandemi-covid19